Dr Ali Mahsun Atmo Nobatkan DR. Dr . H. MAULANA, MKN sebagai SATRIA GUMREGAH NUSANTARA dan Anugerahkan APKLI Award Tahun 2019 Kepada Walikota Jambi

Jambi, — Hari ini saya hadir di Jambi yang ke-31 dalam 8 tahun (1 windu) terakhir dan yang pertama kali ke luar jawa setelah canangkan LOGO GUMREGAH 9 September 2019 yang lalu. Saya yakini ada hal khusus di Bumi Dharmasraya Jambi terkait amanah wujudkan kejayaan nusantara II Abad XXI, Adil, Makmur, dan Adidaya.

Atas energi, kekuatan dan keyakinan hati saya bersama Tuhan pada hari ini, Sabtu Pon, 5 Oktober 2019 selaku Pengemban Amanah dan Deklarator GUMREGAH, saya nobatkan DR dr H MAULANA, MKM, Wakil Walikota Jambi yang baru saja membuka secara resmi Rapimwil APKLI Jambi 2019 sebagai SATRIA GUMREGAH NUSANTARA

untuk mewujudkan cita-cita bangsa amanat leluhur nusantara.
Saya sudah canangkan perluasan Revolusi Kaki Lima Indonesia menjadi Revolusi Ekonomi Rakyat Nusantara pada Pembukaan MUSWIL APKLI Jawa Timur, 22 September 2019 di Bangil Pasuruan. Kenapa harus diperluas? Karena apa yang kita hadapi hari ini era super kapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0, satu-satunya jalan dan harapan agar ekonomi rakyat tegak kembali, kedaulatan ekononomi bangsa bisa direbut kembali adalah melibatkan rakyat secara langsung dan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi dinegeri ini.

Hal ini adalah keharusan dan wajib dilakukan secara bersama-sama. Prinsip dasarnya adalah rakyat harus miliki saham dan dapatkan deviden, rakyat harus dapatkan fasilitas usaha produktif sehinga usaha dan pekerjaan rakyat maju, berkembang dan unggul. Hidup rakyat dan bangsa kita sejahtera dan makmur berkeadilan, tatanan nilai, budaya dan peradaban warisan leluhur Nusantara terawat baik, lestari dan maujud dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan mulia ini, saya ingin tegaskan kembali tugas dan tanggungjawab Ketua Umum DPP APKLI amanat Munas V APKLI 2017. Pertama, menegakkan kedisiplinan organisasi secara internal dan eksternal. Saya sudah putuskan per 27 Juni 2019 berikan kewenangan Ketua DPW APKLI Prop. se-Indonesia untuk makin tegakkan kedisiplinan, siapapun jajaran APKLI yang menyimpang dari komando Ketua Umum segera diusulkan diganti atau dipecat tidak hormat.

Saya tidak pernah memimpin secara hegemonik. Saya ingin membangun kepemimpinan yang hanya ada satu garis komando, hanya ada satu yang diwujudkan yaitu tegaknya kembali ekonomi rakyat, kembalinya kedaulatan ekonomi bangsa, selamatnya merah putih, NKRI dan nusantara.

Kedua, memimpin revolusi. Kemarin saya pimpin revolusi kaki lima Indonesia, hari ini dan ke depan saya pimpin revolusi ekonomi rakyat nusantara. Menjadi tanggungjawab jajaran APKLI dan Poros Keadilan Rakyat Kecil Indonesia diseluruh tanah air untuk merangkul semua kekuatan bangsa dan elemen masyarakat, mendorong seluas-luasnya, sebesar-besarnya fasilitas ekonomi untuk rakyat

sehingga usaha dan pekerjaaan rakyat kecil – kawulo alit maju, berkembang dan unggul, hidupnya sejahtera berkeadilan, Karena waktu kita tidak banyak maka revolusi ekonomi rakyat nusantara saya pimpin sendiri. Kalau kita gagal, kata Wakil Walikota Jambi, DR. dr. H. Maulana, MKM., Indonesia akan terjajah secara utuh dan menyeluruh, dan bangsa

kita menjadi jongos kapitalis asing.
Saya tidak pernah hiraukan dari mana, dari siapa sumber daya yang kita dorong untuk rakyat sebagaimana pernah saya sampaikan di Univ. Negeri Surabaya 29 Mei 2017 saat bedah buku Revolusi Kaki Lima Indonesia yang saya tulis. Karena Idealitas rahmat bagi seluruh alam beserta isinya itu bukan sekedar jargon yang tertulis dan terdengar indah saat dibaca. Namun harus diwujudkan secara nyata. Idelisme itu bukan sekedar tekstualitas dan retorika belaka, tapi harus konstektualitas terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Saya tidak pernah berpikir, tidak pernah pedulikan, apakah sumber daya itu dari neraka atau surga, yang penting dapat didorong seluas-luasnya, sebesar-besarnya untuk rakyat.
Untuk itu, saya perintahkan Ketua DPW APKLI Jambi, Adhi Putra Syaga, Ketua DPW APKLI Prop. seluruh Indonesia merangkul semua kekuatan bangsa, baik domestik maupun global. Kalau hadapi berbagai mafia yang gerogoti negeri ini dengan gaya konvensional sama saja menggali lubang kuburan kita sendiri.

Per 27 Juni 2019 saya sudah putuskan memimpin dengan gaya supermafia untuk secepat-cepatnya mendorong segenap fasilitas usaha produktif untuk gerakkan ekonomi rakyat dan bangsa kita. Tugas dan tanggungjawab Ketua DPW Propinsi, Ketua DPD Kab./Kota diseluruh tanah air adalah satu Komando dari Ketua Umum DPP APKLI dan Presiden PKR Indonesia menjadi The King of Mafia diwilayah masing-masing. Mengapa penegasan saya keluarkan di Jambi Sumatra? Saya yakini ada hal khusus koneksitas dengan leluhur nusantara dari Bumi Dharmasraya Jambi.

Namun untuk jadi The King Of Mafia Rahmatan Lil’alamin ada syaratnya. Yaitu sosok zuhud yang hatinya murni, bersih dan suci, yang tidak pernah berpikir untuk diri sendiri, keluarga, dan golongannya. Setiap detak jantung dan desah nafasnya dalam hidupnya hanya untuk taburkan manfaat bagi masyarakat dan alam semesta beserta isinya.

Saya mohon izin menukil pengalaman Nabi Muhammad SAW saat hijrah disambut riang gembira oleh masyarakat Madinah. Bahkan pasang badan siapapun kafir quraisy Mekkah ke Madinah akan dibunuh. Padahal saat itu mayoritas masyarakat Madinah adalah kristiani, yahudi, ahli kitab, kafir, dan hanya sebagian kecil yang sudah muslim.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Apakah karena Muhammad sebagai nabi dan rasul? Jawabannya bukan. Apakah Muhammad miliki sejarah khusus dengan masyarakat Madinah? Muhammad lahir di Mekkah.

Alhamdulillah saya dapatkan jawaban tatkala jalani amanah berdoa di Goa Hiro Mekkah Desember 2018 yang lalu. Yaitu segala kekayaan dan harta benda Muhammad sejak remaja hingga jadi Nabi dan Rasul diperuntukkan memutar ekonomi rakyat diseluruh kota madinah. Yang ingin saya sampaikan, kita punya tanggungjawab sebagai pemimpin, perut rakyat tidak boleh laper (kosong), usaha dan pekerjaan rakyat harus maju, berkembang, dan unggul, hidup rakyat harus sejahtera berkeadilan.

Atas landasan itulah, Nabi Muhammad SAW menghasilkan karya terbesar dan terhebat didunia hingga abad XXI, yaitu Piagam Madinah. Karena beliau bisa diterima semua golongan, agama, etnis, dan bangsa di Madinah. Kuncinya hanya satu, yaitu menggerakkan ekonomi rakyat diseluruh kota madinah. Ini yang saya harapkan, diseluruh Propinsi Jambi, diseluruh Sumatra dan tanah air, ekonomi rakyat harus didampingi dari hulu hingga hilir melalui percepatan terwujudnya Revolusi Ekonomi Rakyat Nusantara.

Yang ketiga, membangun jejaring laba-laba ekonomi rakyat sebagaimana makna mendasar Nabi Muhammad dan Abu Bakar ra. di Goa Tsur tatkala dikejar-kejar kafir quraisy yang dilindungi jejaring laba-laba. Umat islam dan umat manusia diseluruh dunia memahami itu hanya sekedar kejaizan Tuhan yang segera bisa merubah Goa Tsur seakan sudah puluhan tahun tidak dihuni manusia.

Namun makna mendasarnya adalah untuk mewujudkan rahmatan lil’alamin, masyarakat adil dan makmur, negeri yanga aman damai dan sentosa kuncinya adalah jaring laba-laba ekonomi rakyat harus diperkuat dan diperkokoh, dan ini sudah diterapkan saudara-saudara kita Yahudi dan Tionghoa.

“Kita yang memiliki, mereka yang menikmati. Karena kita tidak pernah sadar, selalu terlena dengan perkembangan dan kemajuan tata kehidupan yang ada hari ini. Saatnya telah tiba. GUMREGAH!!! Sebuah kesadaran utuh dan menyeluruh, dan semangat sangat kuat menuju yang lebih baik, untuk melakukan perubahan sangat besar dan dahsyat menuju satu titik muara,

“Terwujudnya Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat, Bangsa, Alam Semesta beserta isinya baik yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata diseluruh Nusantara”. Mari segera sadar, Ayo kobarkan api semangat kebangkitan GUMREGAH dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun karena sumber daya negeri ini masih utuh dan pancaran cahaya kebangkitan terang benderang”.

Untuk itu, perlu saya tegaskan, silahkan kalian bersinergi dengan pemerintah, pengusaha dan lainnya. Bahkan bermesaraanpun boleh sesuai tata aturan dan kamar masing-masing. Itu rutinitas standard laksana umat kristiani ke gereja tiap minggu, umat islam sholat lima waktu sehari.

Namun perlu selalu diingat, APKLI dan PKR Indonesia bukan organisasi plat merah, tapi independen. Kita miliki tugas dan tanggungjawab yang jauh lebih besar dan lebih luas untuk kemanfaatan bagi rakyat.

Yaitu amanat munas V APKLI 2017 untuk lakukan revolusi kaki lima Indonesia, lakukan langkah-langkah super standard laksana Tuhan perintahkan setiap malam sholat tahajud/hajat. Hanya ada satu kata percepat revolusi ekonomi nusantara sesuai dengan tata peraturan yang berlaku di NKRI.

Kemudian yang ke-empat laksana apa yang pernah dilakukan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Yaitu mendapatkan sesuatu yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya untuk kepentingan dan demi rakyat bisa makan dan hidup sejahtera secara berkeadilan. Kita harus mendorong fasilitas usaha produktif seluas-luasnya dan sebesar-besarnya untuk rakyat.

Oleh karena pada 3 September 2019 saya tanda tangani Perjanjian Kerjasama dengann tiga Presdir PT Indomonil suzuki Tbk. untuk mendorong fasilitas kendaraan bermotor roda dua, roda empat, serta mesin tempel untuk kapal nelayan dan kapal transportasi/wisata dengan akses lebih mudah, harga lebih murah, dan fasilitas pembiayaan dengan bunga lebih terjangkau.

Saya juga segera tanda tangani perjanjian kerjasama dengan Lembaga Keuangan untuk modal Toko GUMREGAH Palapa Nusantara tanpa agunan. Perihal Toko ini saya perintahkan minimal 25 toko per desa/nagari, minimal 50 toko per kelurahan diseluruh tanah air.

Kalau di Indonesia ada 75 ribu desa dan 8900 kelurahan maka yang kita bangkitkan kembali sebanyak 2,3 juta toko, dimana setiap toko diinjek modal tanpa agunan sebesar Rp 5-15 juta sehingga ada perputaran modal usaha setahun sebesar Rp. 12-36 trilyun.

Tokoh inilah yang saya yakini jadi tetesan darah, triger dan pendulum bangkitnya ekonomi rakyat, kembalinya kedaulatan ekonomi bangsa, dan penarik atau magnet, merangsekkan piranha-piranha kekuatan dan sumber daya ekonomi didaerah dan wilayah diseluruh tanah air.
Toko Gumregah Palapa Nusantara ini berbeda dengan Bukalapak.com, traveloka dan lainnya. Karena libatkan rakyat secara langsung dan aktif.

Rakyat didampingi dari hulu hingga hilir. Sistem apklikasi teknologinya kita siapkan. Saya jamin kepada lembaga keuangan NPL-nya nol persen karena cicilannya otomastis dipotong aplikasi 30% dari keuntungan tiap ada transaksi

Untuk itu, saya perintahkan Ketua DPW APKLI Prop. dan DPD Kab./Kota seluruh tanah air segera turun gunung merealisasikannya sehingga roda ekonomi rakyat berputar efektif sehingga tidak perlu lagi koar-koar melawan kongsi multinasional kapitalis asing. Tidak perlu lagi habiskan energi kritik kebijakan poemerintah yang tidak berpihak pada rakyat. Juga tidak perlu habiskan energi hadapi jejaring kongsi ritel dinegeri ini.

Hal tersebut sesuai dengan kebijakan organisasi per 27 juni 2019. Segenap jajaran APKLI dan PKR Indonesia harus turun gunung dampingi rakyat, perut rakyat tidak boleh lapar, usaha dan pekerjaan rakyat harus maju, berkembang dan unggul. Kalau kebijakan pemerintah berpihak pada rakyat kita dukung 100% bahkan darahpun kita pertaruhkan.

Jika pemerintah menindas rakyat, APKLI dan PKR Indonesia tidak boleh mengkritik atau melawan sedikitpun, harus kembali ke laptop, dampingi rakyat sehingga energi dan sumber daya kita hanya difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat kecil – Kawulo alit. Banyak yang tanya Pak Dokter berubah 100%? TIDAK.

Saya yakin yang ada diruangan ini dan sebagian besar lainnya bisa membaca dengan kasat mata. Orang Jawa bilang: “Nek Wis Dublek Di Uring-uring Yo Tetep Dublek”. Tidak ada gunanya kita mengkritik. Tidak ada gunanya kita demo. Bahkan seringkali kita mengkritik terjebak UU ITE. Kita Demo seringkali terjadi infiltrasi dan penyusupan. Akhirnya kita dan rakyat jadi korban”.
Pada hari Sabtu Malam 5 Oktober 2019,

Dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed. selaku Ketua Umum DPP APKLI menganugerahkan APKLI Award Tahun 2019 kepada DR. H. Syarif Fasha, ME., Walikota Jambi sebagai apresiasi dan penghargaan atas jasa dan kepeduliaan yang nyata dalam menata, memberdayakan dan mensejahterakan PKL Diseluruh Kota Jambi di Tugu Keris Siginjai Kota Baru Jambi.

(Iwan Hammer)